Amerika Serikat sedang bergerak semakin dekat dengan industri kripto. Pemerintahan Donald Trump secara terbuka mengambil sikap yang jauh lebih ramah terhadap aset digital dibandingkan pemerintahan sebelumnya. SEC dan CFTC juga mulai membangun pendekatan regulasi yang lebih sesuai dengan karakteristik pasar kripto.
![]() |
| As Pro Crypto Regulasi Masih Berisiko |
Namun, ada satu persoalan besar yang sering luput dari perhatian. Seberapa tahan lama aturan tersebut?
Inilah alasan mengapa industri kripto Amerika tidak cukup hanya membutuhkan regulator yang pro-crypto. Mereka membutuhkan regulatory certainty kepastian hukum yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
Regulasi Bisa Berubah Ketika Pemerintahan Berganti
Masalahnya terletak pada perbedaan antara regulasi regulator dan undang-undang yang dibuat Kongres. Regulator seperti SEC dan CFTC memiliki kewenangan untuk membuat interpretasi, aturan, kebijakan, dan pendekatan penegakan hukum dalam batas kewenangan yang diberikan undang-undang.
Artinya, arah kebijakan dapat berubah ketika kepemimpinan berubah. Perubahan pemerintahan dapat menghasilkan presiden baru. Presiden baru dapat menunjuk pejabat regulator baru. Dan pejabat regulator baru dapat membawa pendekatan yang berbeda terhadap industri kripto.
Pengalaman Amerika dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa besar pengaruh kepemimpinan regulator terhadap industri tersebut. Di bawah pemerintahan sebelumnya, SEC dikenal mengambil pendekatan yang jauh lebih agresif terhadap perusahaan kripto. Sekarang, di bawah kepemimpinan SEC yang lebih pro-crypto, pendekatannya bergerak ke arah yang berbeda.
SEC bahkan pada Maret 2026 menerbitkan interpretasi baru mengenai bagaimana hukum sekuritas federal diterapkan terhadap berbagai jenis aset dan transaksi kripto. Interpretasi tersebut juga berusaha memperjelas batas antara aset yang masuk kategori sekuritas dan aset non-sekuritas. Tetapi ada satu kelemahan mendasar: Interpretasi regulator bukanlah pengganti undang-undang.
Mengapa CLARITY Act Menjadi Penting
Industri kripto sebenarnya mengejar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar regulator yang ramah. Mereka ingin aturan yang jelas dan memiliki dasar hukum yang lebih kuat. Di sinilah CLARITY Act menjadi penting.
Salah satu tujuan utama rancangan undang-undang tersebut adalah memberikan kejelasan mengenai struktur pasar aset digital, termasuk bagaimana menentukan apakah suatu aset kripto masuk kategori security atau commodity, serta bagaimana pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC. Dengan kata lain, pertanyaan yang selama bertahun-tahun menghantui industri mulai diarahkan pada aturan yang lebih jelas:
- Token ini sebenarnya security atau commodity?
- Siapa regulator utamanya—SEC atau CFTC?
- Aturan apa yang berlaku bagi penerbit, bursa, broker, dan perusahaan kripto?
Bagi industri, jawaban atas pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui siapa yang sedang duduk di Gedung Putih. Reuters melaporkan bahwa Trump pada 19 Agustus kembali meminta Kongres meloloskan versi “fair” dari CLARITY Act. Namun rancangan tersebut masih menghadapi hambatan di Senat.
Mengapa Industri Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Trump?
Ini bagian yang paling penting. Pro crypto tidak sama dengan regulatory certainty. Presiden yang pro crypto memang dapat mempercepat perubahan kebijakan. Regulator yang pro-crypto juga dapat membuat lingkungan bisnis menjadi jauh lebih bersahabat. Tetapi investor dan perusahaan tidak hanya memikirkan kondisi hari ini.
Mereka harus memikirkan
- Bagaimana jika pemerintahan berikutnya berbeda?
- Bagaimana jika SEC kembali dipimpin pejabat yang lebih skeptis terhadap crypto?
- Bagaimana jika interpretasi terhadap status token berubah?
- Bagaimana jika sebuah aset yang sebelumnya diperlakukan sebagai komoditas kemudian menghadapi pendekatan hukum yang berbeda?
Risiko seperti ini dapat disebut sebagai regulatory risk. Dan bagi perusahaan yang ingin membangun bisnis selama 10 atau 20 tahun, regulatory risk bukan persoalan kecil.
Perusahaan membutuhkan kepastian sebelum menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun infrastruktur, produk, bursa, kustodian, dan jaringan blockchain di Amerika Serikat.
Regulatory Risk Adalah Investment Risk
Bagi investor, persoalannya bahkan lebih besar. Ketika aturan tidak pasti, investor bukan hanya menganalisis harga Bitcoin, fundamental sebuah token, tokenomics, atau pertumbuhan jaringan. Mereka juga harus menghitung kemungkinan perubahan regulasi.
Itulah sebabnya regulatory risk pada akhirnya menjadi bagian dari investment risk. Sebuah proyek bisa memiliki teknologi bagus, komunitas besar, dan adopsi tinggi. Tetapi jika status hukumnya tidak jelas, risiko investasinya tetap lebih tinggi.
Sebaliknya, kejelasan hukum dapat menurunkan salah satu lapisan risiko tersebut. Inilah nilai ekonomi yang sebenarnya dicari industri melalui CLARITY Act. Bukan sekadar aturan yang lebih lunak Melainkan aturan yang lebih dapat diprediksi.
Amerika Sudah Bergerak, Tetapi Belum Selesai
Menariknya, pemerintah Amerika sebenarnya sudah mengambil langkah besar bahkan sebelum CLARITY Act menjadi undang-undang. SEC pada Agustus 2026 mengusulkan kerangka baru yang dirancang khusus untuk aset kripto, termasuk jalur tertentu bagi penerbitan token dan mekanisme safe harbor untuk kondisi tertentu.
SEC dan CFTC juga telah bergerak menuju koordinasi yang lebih erat dalam menentukan bagaimana aset digital berada di bawah kerangka sekuritas dan komoditas. Namun perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan masalah yang lebih besar.
Selama Kongres belum menetapkan kerangka hukum yang komprehensif, sebagian besar kepastian masih bergantung pada regulator.
Dan regulator dapat berubah. Reuters menggambarkan situasi ini sebagai keterbatasan penting bagi kemajuan industri karena perusahaan kripto membutuhkan kejelasan hukum yang tahan lama, sementara kebijakan yang hanya berasal dari regulator lebih rentan berubah ketika pemerintahan berganti.
Apa yang Dicari Industri Crypto?
Bukan sekadar Berikan kami regulator yang pro-crypto Tetapi Berikan kami aturan yang jelas, konsisten, dan dapat diprediksi. Itulah perbedaan antara pro-crypto policy dan regulatory certainty. Presiden dapat membuka pintu.Regulator dapat mempercepat proses.
Tetapi undang-undang dari Kongres dapat memberikan fondasi yang jauh lebih sulit untuk dibalik hanya karena pergantian pemerintahan. Karena itu, perkembangan CLARITY Act bukan hanya berita politik. Ini adalah salah satu isu fundamental bagi masa depan industri kripto Amerika.
Bagi Investor, Ini Patut Diperhatikan
Investor sebaiknya tidak hanya melihat Amerika sebagai negara yang sekarang pro-crypto. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kerangka regulasinya cukup kuat untuk tetap bertahan ketika orang-orang yang membuat kebijakan berganti?
Jika jawabannya belum, maka regulatory risk masih menjadi bagian dari risiko investasi crypto di Amerika. Dan mungkin inilah paradoks terbesar industri kripto AS saat ini. Amerika semakin ramah terhadap crypto, tetapi industri masih mengejar sesuatu yang lebih sulit—kepastian bahwa keramahan tersebut tidak hilang ketika politik berubah.
CLARITY Act, jika berhasil menjadi undang-undang, pada akhirnya bukan hanya soal apakah crypto mendapat perlakuan lebih baik.
Ini soal apakah aturan main crypto di Amerika dapat bertahan melampaui satu pemerintahan.
Artikel ini bersifat informatif dan membahas perkembangan regulasi aset kripto. Bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat investasi. Selalu lakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto.