News
Loading latest update...
🚀 Lagi cari platform crypto yang lengkap? OKX bisa jadi salah satu pilihan untuk mulai mengenal trading dan aset digital. Kenali OKX

DeFi vs TradFi: Apakah Keduanya Akan Bertemu?

DeFi dan TradFi mulai bertemu melalui blockchain, RWA, stablecoin, dan tokenisasi. Simak bagaimana masa depan keuangan onchain berkembang.

Selama bertahun-tahun, Traditional Finance (TradFi) dan Decentralized Finance (DeFi) sering dipandang sebagai dua dunia yang berlawanan. TradFi memiliki bank, broker, bursa, kustodian, regulator, dan lembaga keuangan. DeFi menawarkan smart contract, blockchain, wallet, dan transaksi yang dapat berjalan tanpa struktur perantara tradisional yang sama.

Masa depan keuangan mungkin bukan DeFi melawan TradFi, tetapi keduanya mulai saling terhubung
DeFi TradFi Akankah Keduanya Bertemu?
 

Namun, perkembangan industri crypto menunjukkan sesuatu yang menarik. Kedua dunia tersebut mungkin tidak sedang menuju perang. Mereka justru mulai bertemu. Tokenisasi aset, stablecoin, obligasi berbasis blockchain, dan berbagai produk keuangan onchain membuat batas antara TradFi dan DeFi semakin sulit dibedakan.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi DeFi akan menggantikan TradFi atau tidak Melainkan Seperti apa sistem keuangan jika TradFi dan DeFi mulai menggunakan infrastruktur yang sama?

Apa Itu TradFi?

Traditional Finance atau TradFi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem keuangan konvensional. Di dalamnya terdapat berbagai institusi seperti:

  • bank
  • perusahaan sekuritas
  • bursa
  • perusahaan asuransi
  • manajer aset
  • broker
  • kustodian
  • lembaga pembayaran

Sistem ini telah berkembang selama puluhan bahkan ratusan tahun. TradFi memiliki keunggulan besar dalam hal regulasi, infrastruktur, kepastian hukum, dan skala. Ketika seseorang membeli saham atau obligasi melalui sistem tradisional, terdapat struktur hukum dan institusi yang menentukan bagaimana kepemilikan dicatat serta bagaimana transaksi diselesaikan. Namun, sistem tersebut juga memiliki banyak lapisan. Transaksi dapat melibatkan berbagai pihak sebelum akhirnya selesai.

Apa Itu DeFi?

DeFi atau Decentralized Finance menggunakan blockchain dan smart contract untuk menyediakan berbagai aktivitas keuangan secara onchain. Contohnya:

  • lending;
  • borrowing;
  • decentralized exchange;
  • liquidity provision;
  • derivatives;
  • stablecoin;
  • asset management.

Dalam DeFi, aturan transaksi dapat diprogram ke dalam smart contract. Secara sederhana TradFi → Institusi + Sistem Keuangan seddangkan DeFi → Blockchain + Smart Contract. Namun, pembagian tersebut tidak selalu sesederhana itu. DeFi juga memiliki berbagai bentuk dan tingkat desentralisasi yang berbeda. Begitu pula TradFi mulai menggunakan teknologi blockchain. Karena itu, batas antara keduanya mulai menjadi lebih kabur.

Mengapa DeFi Menarik?

Salah satu daya tarik utama DeFi adalah kemampuan untuk membuat layanan keuangan berjalan secara programmable. Misalnya, sebuah smart contract dapat menentukan Jika jaminan turun di bawah batas tertentu → posisi dilikuidasi. Tidak diperlukan seorang pegawai bank untuk menghitung kondisi tersebut secara manual. Aturan sudah tertanam dalam kode. DeFi juga memungkinkan berbagai protokol saling terhubung.

Sebuah token dapat digunakan dalam satu protokol, kemudian digunakan sebagai jaminan pada protokol lain, selama sistem tersebut kompatibel. Konsep ini sering disebut sebagai money legos. Berbagai komponen keuangan dapat disusun seperti balok untuk membangun aplikasi baru.

Tetapi DeFi Juga Memiliki Masalah

  • DeFi bukan sistem sempurna.
  • Ada risiko smart contract.
  • Ada risiko oracle.
  • Ada risiko manipulasi pasar.
  • Ada risiko likuiditas.
  • Ada risiko eksploitasi.
  • Ada pula risiko tata kelola dan kesalahan desain ekonomi.

Jika sebuah bank melakukan kesalahan, terdapat struktur hukum dan institusi yang dapat dimintai pertanggungjawaban. Dalam DeFi, situasinya dapat jauh lebih kompleks. Kode mungkin menjalankan aturan secara otomatis. Tetapi jika kode tersebut memiliki kelemahan, blockchain tetap akan menjalankannya. Inilah salah satu paradoks DeFi Otomatisasi dapat mengurangi ketergantungan pada manusia, tetapi kesalahan kode juga dapat menjadi sangat mahal.

TradFi Memiliki Masalah yang Berbeda

  • Sistem tradisional juga tidak bebas dari masalah.
  • Transaksi keuangan dapat melibatkan banyak perantara.
  • Proses settlement dapat membutuhkan waktu.
  • Sistem antar-institusi tidak selalu terintegrasi secara langsung.
  • Akses terhadap produk keuangan juga dapat dibatasi oleh wilayah, regulasi, atau persyaratan tertentu.

Namun, TradFi memiliki sesuatu yang sangat penting: infrastruktur hukum dan institusional yang sudah matang. Karena itu, sangat sulit membayangkan DeFi menggantikan seluruh sistem TradFi hanya dengan smart contract. Yang lebih realistis adalah munculnya kombinasi keduanya.

RWA Menjadi Titik Pertemuan

Salah satu jembatan terbesar antara TradFi dan DeFi adalah Real-World Assets (RWA). RWA mencoba membawa aset dunia nyata ke blockchain. Misalnya Obligasi → Token → Blockchain atau Emas → Token → Blockchain.

Ketika aset TradFi menjadi token, aset tersebut secara teori dapat berinteraksi dengan infrastruktur blockchain. Di sinilah DeFi dapat mulai bertemu dengan TradFi. Aset yang berasal dari sistem keuangan tradisional dapat masuk ke ekosistem onchain. Kemudian smart contract dapat digunakan untuk mengelolanya.

Stablecoin Juga Menjadi Jembatan

Stablecoin adalah contoh lain dari titik pertemuan kedua dunia. Stablecoin berjalan di blockchain, tetapi nilainya sering dirancang untuk mengikuti mata uang fiat seperti dolar AS. Artinya, stablecoin berada di antara dua sistem yaitu Fiat → Cadangan/struktur penerbit → Stablecoin → Blockchain.

Di satu sisi, stablecoin memiliki karakter aset digital. Di sisi lain, mekanisme yang menjaga nilainya dapat bergantung pada aset dan institusi dunia nyata. Karena itu, stablecoin dapat menjadi salah satu komponen penting dalam hubungan antara TradFi dan DeFi.

Bank Bisa Masuk ke Blockchain

Jika blockchain hanya digunakan untuk cryptocurrency, institusi tradisional mungkin tidak terlalu tertarik. Namun, ketika blockchain mulai digunakan untuk settlement, tokenisasi, dan pembayaran, situasinya berubah. Bank tidak harus mengadopsi DeFi secara keseluruhan. Mereka dapat menggunakan teknologi blockchain sebagai infrastruktur. Misalnya untuk:

  1. tokenisasi aset
  2. settlement
  3. pembayaran
  4. penerbitan aset digital
  5. pencatatan kepemilikan
  6. transfer aset
  7. pengelolaan collateral

Dengan pendekatan ini, institusi tetap menjalankan fungsi yang mereka miliki tetapi menggunakan teknologi baru di belakang layar.

Apakah Itu Masih Disebut DeFi?

Di sinilah definisi mulai menjadi menarik. Bayangkan sebuah obligasi diterbitkan oleh institusi keuangan besar.

  • Obligasi tersebut dibuat menjadi token.
  •  Token diperdagangkan di blockchain.

Namun penerbit, kustodian, dan akses terhadap aset tetap dikendalikan oleh institusi. Apakah itu DeFi?,  Belum tentu. Mungkin lebih tepat disebut onchain finance atau tokenized finance. Ini penting karena tidak semua aktivitas keuangan berbasis blockchain harus benar-benar terdesentralisasi. Masa depan mungkin justru dipenuhi oleh sistem hybrid finance.

Dari DeFi ke Onchain Finance

Istilah onchain finance menjadi semakin menarik karena tidak terlalu terikat pada perdebatan apakah suatu sistem benar-benar terdesentralisasi. Fokusnya lebih sederhana: Apakah aktivitas keuangan tersebut berjalan menggunakan infrastruktur blockchain?

Sebuah sistem dapat memiliki institusi tradisional tetapi menggunakan blockchain untuk settlement. Sistem lain dapat benar-benar menggunakan smart contract tanpa perusahaan yang mengendalikan protokol. Keduanya dapat berada dalam spektrum keuangan onchain. Dengan cara pandang tersebut, masa depan tidak harus TradFi vs DeFi Tetapi TradFi + DeFi + Blockchain = Onchain Finance.

Oracle Menjadi Bagian Penting

Ketika aset tradisional masuk blockchain, muncul masalah lain. Blockchain membutuhkan informasi dari dunia nyata. Misalnya harga obligasi, nilai aset, pembayaran kupon, atau data ekonomi tertentu. Blockchain tidak dapat mengambil data tersebut secara otomatis. Di sinilah oracle berperan. Secara sederhana Dunia nyata → Data → Oracle → Blockchain → Smart Contract. Ini menunjukkan bagaimana berbagai teknologi yang sebelumnya terlihat terpisah mulai terhubung.

  • RWA membutuhkan blockchain.
  • Blockchain membutuhkan oracle untuk sebagian data eksternal.
  • DeFi menggunakan smart contract.
  • Stablecoin menyediakan likuiditas.
  • TradFi menyediakan aset dan struktur keuangan.

Semua komponen tersebut dapat bertemu dalam sistem onchain.

Apa yang Bisa Dipelajari Investor?

Perkembangan ini penting bagi investor karena perubahan terbesar mungkin bukan berasal dari munculnya token baru. Perubahan yang lebih besar bisa terjadi pada infrastruktur di belakang sistem keuangan. Jika semakin banyak aset masuk blockchain, investor perlu memperhatikan beberapa hal.

  • Siapa Penerbitnya?

Apakah aset berasal dari perusahaan, bank, pemerintah, atau protokol?

  • Apa Hak Token?

Apakah token memberikan kepemilikan langsung atau hanya klaim tertentu?

  • Bagaimana Aset Disimpan?

Apakah ada kustodian?

  • Bagaimana Data Diverifikasi?

Apakah menggunakan oracle atau sumber data tertentu?

  • Bagaimana Likuiditasnya?

Apakah token benar-benar memiliki pasar aktif?

  • Apa Risikonya?

Apakah risiko utama berasal dari penerbit, smart contract, oracle, regulasi, atau pasar dan Pertanyaan tersebut akan semakin penting ketika aset TradFi masuk ke blockchain.

DeFi Tidak Harus Mengalahkan TradFi

Salah satu kesalahan dalam melihat perkembangan DeFi adalah menganggap teknologi baru harus menggantikan teknologi lama.

  • Internet tidak menghapus seluruh perusahaan.
  •  Smartphone tidak menghapus semua bentuk komunikasi.
  • Demikian pula DeFi tidak harus menghapus bank dan pasar keuangan tradisional.

Justru teknologi blockchain dapat digunakan oleh institusi TradFi untuk meningkatkan sistem yang sudah ada. Di sisi lain, DeFi dapat mengambil beberapa konsep dari TradFi seperti manajemen risiko, kepatuhan, dan struktur produk keuangan. Hasil akhirnya mungkin bukan kemenangan salah satu pihak. Hasil akhirnya bisa berupa konvergensi.

Masa Depan Mungkin Tidak Terlihat Seperti DeFi Hari Ini

DeFi saat ini banyak diasosiasikan dengan decentralized exchange, lending protocol, yield farming, dan berbagai aplikasi crypto-native. Namun, generasi berikutnya bisa jauh lebih luas. Bayangkan sebuah ekosistem di mana:

  1. Obligasi ditokenisasi.
  2.  Stablecoin digunakan sebagai settlement.
  3.  Oracle menyediakan data pasar.
  4.  Smart contract menjalankan aturan.
  5.  Bank menyediakan layanan kustodian.
  6.  Regulator menyediakan kerangka hukum.
  7.  Investor mengakses semuanya melalui platform digital.

Dalam sistem seperti ini, sulit mengatakan bahwa semuanya murni TradFi. Tetapi juga sulit mengatakan bahwa semuanya murni DeFi. Inilah kemungkinan munculnya onchain financial system.

Risiko Konvergensi TradFi dan DeFi

Pertemuan dua dunia tersebut juga membawa risiko. Jika aset tradisional masuk ke blockchain dalam jumlah besar, masalah pada sistem blockchain dapat memengaruhi pasar keuangan. Sebaliknya, jika produk keuangan tradisional menggunakan protokol onchain, risiko smart contract dapat menjadi bagian dari sistem keuangan yang lebih luas. Regulator juga harus menentukan siapa yang bertanggung jawab ketika sesuatu berjalan salah.

  1. Apakah penerbit?
  2. Apakah platform?
  3. Apakah pengembang smart contract?
  4. Apakah kustodian?
  5. Atau tidak ada satu pihak yang dapat dianggap bertanggung jawab?

Pertanyaan tersebut akan menjadi semakin penting seiring meningkatnya nilai ekonomi yang bergerak onchain.

Siapa yang Akan Menang?

Kemungkinan besar pertanyaannya salah. DeFi dan TradFi tidak harus memiliki pemenang tunggal.

TradFi memiliki modal, institusi, regulasi, jaringan, dan kepercayaan yang sudah dibangun selama puluhan tahun sedangkan DeFi memiliki programmability, composability, transparansi blockchain, dan kemampuan menciptakan sistem keuangan yang berjalan secara onchain.

Jika keduanya digabungkan dengan benar, hasilnya bisa lebih kuat daripada jika salah satunya berdiri sendiri. Mungkin masa depan keuangan bukan TradFi atau DeFi Melainkan TradFi menggunakan blockchain, sementara DeFi belajar membangun infrastruktur yang lebih matang.

Kesimpulan

DeFi dan TradFi pada awalnya terlihat seperti dua sistem yang bertentangan. Namun, perkembangan RWA, stablecoin, tokenisasi obligasi, oracle, dan blockchain menunjukkan bahwa batas antara keduanya semakin tipis. TradFi memiliki aset dan infrastruktur keuangan yang sudah matang. DeFi memiliki teknologi yang memungkinkan aktivitas keuangan berjalan secara programmable dan onchain.

Jika keduanya semakin terintegrasi, kita mungkin akan melihat bentuk baru dari sistem keuangan aset TradFi + blockchain + smart contract + stablecoin + oracle + DeFi. Bukan berarti bank akan hilang dan Bukan pula berarti semua DeFi akan menjadi seperti bank. Yang lebih mungkin terjadi adalah munculnya ekonomi keuangan hybrid, di mana sebagian aktivitas tetap berada dalam sistem tradisional sementara sebagian lainnya berjalan di blockchain.

Dan jika tren ini terus berkembang, pertanyaan terbesar di masa depan mungkin bukan lagi Apakah blockchain akan digunakan dalam keuangan Tetapi Seberapa banyak sistem keuangan global yang akhirnya berpindah ke onchain?

 

 

Cookie Consent
Situs ini menggunakan cookie untuk menganalisis lalu lintas web, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda
Oops!
Koneksi internet Kamu sepertinya bermasalah. Cek koneksi internet dan coba lagi
AdBlock Detected!

Kami mendeteksi Anda menggunakan pemblokir iklan (AdBlock).
Pendapatan dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, mohon matikan pemblokir iklan atau masukkan situs kami ke dalam daftar putih (whitelist)