News
Loading latest update...

Bitcoin Turun, Nasdaq Ikut Tertekan: Ada Satu Benang Merah?

Bitcoin dan Nasdaq sama-sama tertekan saat yield Treasury naik. Apa hubungan keduanya dan mengapa risk appetite menjadi benang merah pasar?

Radar Investor — Bitcoin dan Nasdaq berada di kelas aset yang berbeda. Bitcoin adalah aset digital. Nasdaq didominasi perusahaan teknologi dan growth stocks. Namun ketika pasar memasuki fase tertentu, keduanya bisa bergerak seperti berada di perahu yang sama.

Bitcoin turun nasdaq juga tertekan
Kok Bitcoin dan Nasdaq bisa bergerak bareng?

Itulah yang terlihat pada perdagangan 24 September 2026. Bitcoin kembali berada di area US$83 ribuan, sementara Nasdaq ikut mengalami tekanan. Di pasar obligasi, yield Treasury AS justru bergerak naik dan 10-year Treasury yield mencapai level tertinggi sejak 2007.

Pertanyaannya Apa sebenarnya yang menghubungkan Bitcoin dengan saham teknologi? Jawabannya bukan karena Bitcoin adalah saham teknologi. Ada variabel yang berada di tengah-tengah keduanya. Uang.

Ketika yield naik, cara pasar menghitung risiko ikut berubah

Yield Treasury sering dianggap sebagai salah satu acuan penting dalam pasar keuangan global. Ketika yield naik, imbal hasil yang tersedia dari aset berbasis obligasi juga meningkat. Pada saat yang sama, biaya modal menjadi lebih mahal.

Bagi perusahaan teknologi, kondisi tersebut penting karena sebagian valuasinya dibangun berdasarkan ekspektasi pertumbuhan dan arus kas di masa depan. Semakin tinggi tingkat diskonto yang digunakan investor, semakin besar tekanan terhadap valuasi aset yang memiliki ekspektasi pertumbuhan tinggi.

Itulah salah satu alasan saham growth dan teknologi dapat menjadi sensitif terhadap perubahan yield. Pada 24 September, kenaikan yield memang berlangsung bersamaan dengan tekanan di Wall Street. Nasdaq turun 1,13% pada penutupan 23 September, sementara yield Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007.

Lalu kenapa Bitcoin ikut terseret?

Di sinilah karakter Bitcoin menjadi menarik.

  • Bitcoin bukan obligasi
  • Bitcoin juga bukan saham.

Tetapi dalam beberapa periode, BTC diperlakukan investor sebagai bagian dari kelompok risk assets. Ketika investor sedang agresif mencari imbal hasil, aset seperti saham teknologi dan crypto bisa mendapatkan aliran dana.

Sebaliknya, ketika kondisi keuangan mengetat dan investor mulai mengurangi risiko, aset-aset tersebut dapat terkena tekanan secara bersamaan.

Pada 24 September, Bitcoin turun hingga sekitar US$83.344 menurut data pasar yang dikutip CoinDesk. Pada waktu yang sama, Nasdaq 100 futures turun lebih dari 1% ketika yield Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2007.

Jadi, bukan berarti Nasdaq menyebabkan Bitcoin turun. Dan bukan pula Bitcoin menyebabkan Nasdaq turun. Keduanya bisa merespons perubahan kondisi makro yang sama.

Ada satu kata penting: risk appetite

Investor tidak selalu membeli aset karena alasan yang sama. Tetapi ketika sentimen pasar berubah, perilaku investor dapat berubah secara luas. Saat kondisi finansial lebih mendukung, investor mungkin lebih bersedia mengambil risiko. Saat yield naik, minyak naik, dan ekspektasi suku bunga berubah, kalkulasi tersebut bisa ikut berubah. Inilah yang disebut secara sederhana sebagai perubahan risk appetite.

Pada September ini, pergerakan pasar menunjukkan hubungan tersebut cukup terlihat. Pada 21 September, Nasdaq justru mencetak rekor penutupan ketika yield Treasury 10 tahun turun kembali di bawah 5% dan harga minyak melemah. Bitcoin pada hari yang sama juga melonjak lebih dari 6%. Beberapa hari kemudian kondisinya berbalik.

  • Yield naik
  • Minyak kembali menjadi perhatian
  • Nasdaq terkoreksi
  • Bitcoin juga berada di bawah tekanan.

Bukan kebetulan bahwa variabel makro kembali masuk ke pusat perhatian pasar.

Tapi jangan buru-buru menyebut Bitcoin sebagai saham teknologi

Di sinilah analisis harus hati-hati. Bitcoin memang dapat bergerak searah dengan Nasdaq pada periode tertentu. Namun hubungan tersebut tidak bersifat permanen.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada September 2026 mengenai hubungan lintas-aset menemukan bahwa Bitcoin tetap memiliki korelasi positif dengan saham, termasuk Nasdaq 100, tetapi ukuran hubungan tersebut berubah dari waktu ke waktu.

Penelitian tersebut juga mencatat adanya penurunan korelasi BTC dengan Nasdaq 100 dalam periode rolling tertentu. Artinya: BTC bisa bergerak bersama Nasdaq hari ini, tetapi tidak berarti hubungan itu akan selalu sama besok.

  • Ini penting bagi investor
  • Korelasi bukan identitas

AI masih kuat, tetapi yield menjadi rem

Nasdaq sepanjang September juga mendapat dukungan kuat dari optimisme terhadap AI. Pada 21 September, misalnya, saham AMD, Intel dan Arm mendorong sektor teknologi, sementara indeks semikonduktor PHLX melonjak 4,3%. Nasdaq mencetak rekor penutupan baru.

Namun pasar kemudian kembali menghadapi masalah lama berapa mahal biaya uang?

  1. AI membutuhkan investasi besar
  2. Data center membutuhkan modal besar
  3. Semikonduktor membutuhkan investasi besar
  4. Perusahaan teknologi membutuhkan ekspansi

Karena itu, perubahan yield dapat memengaruhi cara investor menilai perusahaan yang membutuhkan investasi dan pertumbuhan dalam jangka panjang. Jadi ketika optimisme AI bertemu dengan yield yang naik, pasar bisa berada dalam tarik-menarik.

Di satu sisi AI → pertumbuhan dan investasi, Di sisi lain Yield tinggi → biaya modal dan valuasi mendapat tekanan.

Bitcoin berada di persimpangan yang sama

Bitcoin tidak membutuhkan laporan laba perusahaan seperti saham. Tetapi pasar crypto tetap berhubungan dengan kondisi likuiditas dan sentimen investor. Itulah mengapa pergerakan BTC terkadang terlihat seperti mengikuti aset berisiko lainnya. Namun ada perbedaan penting. Bitcoin memiliki faktor internalnya sendiri:

  • Arus ETF
  • Leverage di pasar derivatif
  • Aktivitas jaringan
  • Supply
  • Permintaan institusional
  • Sentimen crypto
  • Dan perkembangan regulasi.

Karena itu, ketika Bitcoin turun bersamaan dengan Nasdaq, belum tentu seluruh penurunannya berasal dari saham teknologi. Bisa saja faktor makro menjadi pemicu awal, lalu faktor internal crypto memperbesar atau mengurangi pergerakannya.

Minyak ikut masuk ke dalam cerita

Ada satu variabel lain yang tidak boleh dilewatkan: minyak.

Pada perdagangan 23 September, harga minyak naik hampir 4% dan kenaikan tersebut ikut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta suku bunga. Data aktivitas bisnis AS yang kuat juga mendorong yield Treasury lebih tinggi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Rantai sederhananya menjadi seperti ini:

Minyak naik

Risiko inflasi meningkat

Ekspektasi suku bunga berubah

Yield Treasury naik

Biaya modal meningkat

Risk appetite bisa menurun

Saham teknologi dan crypto ikut mendapat tekanan

Di sinilah Bitcoin dan Nasdaq bisa bertemu. Bukan karena keduanya merupakan aset yang sama, tetapi karena keduanya berada dalam ekosistem pasar yang sama.

Jadi, apakah Bitcoin akan selalu mengikuti Nasdaq?

Belum tentu. Justru ini salah satu hal yang harus diperhatikan. Jika hubungan BTC dan Nasdaq semakin kuat, investor perlu melihat Bitcoin sebagai aset yang semakin sensitif terhadap kondisi risk-on dan risk-off.

Tetapi jika hubungan tersebut kembali melemah, maka faktor khusus crypto bisa menjadi lebih dominan. Data penelitian terbaru bahkan menunjukkan hubungan Bitcoin dengan Nasdaq berubah sepanjang periode pengamatan.

Karena itu, melihat satu atau dua hari pergerakan bersama belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Bitcoin dan Nasdaq memiliki hubungan tetap. Yang lebih penting adalah melihat arah hubungan tersebut dari waktu ke waktu.

Apa yang perlu dipantau investor?

Daripada hanya melihat candle BTC, ada beberapa indikator yang menarik untuk diperhatikan.

  • Pertama, yield Treasury 10 tahun. Apakah tekanan yield terus berlanjut atau kembali mereda
  • Kedua, Nasdaq dan saham teknologi. Apakah koreksi hanya sementara atau mulai berkembang menjadi perubahan risk appetite yang lebih luas?
  • Ketiga, harga minyak. Jika energi tetap tinggi, tekanan inflasi dapat kembali menjadi perhatian.
  • Keempat, dolar AS. Kenaikan dolar juga dapat mengubah kondisi likuiditas dan tekanan terhadap aset global.
  • Kelima, arus dana Bitcoin. Jika BTC tetap mendapat permintaan ketika aset berisiko tertekan, itu akan menjadi sinyal yang berbeda dibandingkan jika crypto ikut mengalami outflow.

Kesimpulan

Bitcoin turun dan Nasdaq ikut tertekan bukan berarti keduanya telah berubah menjadi aset yang sama. Ada faktor yang lebih besar di belakang layar. Yield. Ketika yield Treasury naik tajam, pasar mulai menghitung ulang biaya uang, valuasi, dan tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor.

Nasdaq terkena dampaknya melalui valuasi saham teknologi dan growth. Bitcoin bisa terkena dampaknya melalui perubahan risk appetite dan kondisi likuiditas. Tetapi hubungan tersebut tidak selalu permanen. Justru itu yang membuat pergerakan BTC menarik untuk diamati.

Karena pertanyaannya bukan hanya Bitcoin naik atau turun Melainkan Bitcoin sedang bergerak bersama pasar karena apa? Jika jawabannya adalah yield dan risk appetite, maka pergerakan Treasury, Nasdaq, dolar, dan minyak menjadi sama pentingnya dengan grafik BTC itu sendiri.

See Beyond the Market

Baca Juga
    Oops!
    Koneksi internet Kamu sepertinya bermasalah. Cek koneksi internet dan coba lagi
    AdBlock Detected!

    Kami mendeteksi Anda menggunakan pemblokir iklan (AdBlock).
    Pendapatan dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, mohon matikan pemblokir iklan atau masukkan situs kami ke dalam daftar putih (whitelist)