News
Loading latest update...

Bukan Cuma Bank: Siapa yang Sebenarnya Menguasai Uang Digital?

Deskripsi penelusuran — ≤150 karakter: > Uang semakin digital. Kenali peran bank, fintech, stablecoin, CBDC, dan teknologi yang membentuk masa depan

Dulu, ketika berbicara tentang uang, yang terbayang adalah bank. Masyarakat menyimpan uang di rekening, mengambil uang melalui ATM, kemudian melakukan transfer melalui layanan perbankan tapi sekarang situasinya berubah.

Ekosistem uang digital yang mempertemukan bank, fintech, pembayaran digital, blockchain, dan CBDC.
Ilustrasi Ekosistem Fintech
Kita bisa membayar makanan dengan QR, mengirim uang melalui aplikasi, berbelanja menggunakan dompet digital, membeli aset digital, hingga melakukan transaksi tanpa pernah menyentuh uang tunai. Uangnya tetap ada tetapi cara uang tersebut bergerak sudah berubah. Pertanyaannya kemudian menjadi menarik Di era digital, siapa sebenarnya yang menguasai pergerakan uang?

Bank masih penting, tetapi bukan satu-satunya pemain

Bank tetap memiliki posisi penting dalam sistem keuangan. Bank mengelola rekening, menyalurkan kredit, memproses pembayaran, dan menjadi bagian penting dari sistem finansial suatu negara. Namun transaksi digital membuat semakin banyak perusahaan berada di antara konsumen dan sistem perbankan.

  1. Ada fintech
  2. Ada perusahaan pembayaran
  3. Ada dompet digital
  4. Ada jaringan kartu pembayaran
  5. Ada platform perdagangan.

Bahkan ada perusahaan teknologi yang sekarang membangun layanan keuangan di dalam ekosistem mereka sendiri. Akibatnya, hubungan antara seseorang dan uangnya tidak lagi selalu berbentuk antra Nasabah → Bank → Transaksi.

Kini hubungan tersebut bisa menjadi jauh lebih panjang di antara nya melibatkan Pengguna → Aplikasi → Payment Gateway → Jaringan Pembayaran → Bank → Sistem Keuangan. Setiap lapisan memiliki fungsi dan infrastrukturnya sendiri.

Uang digital bukan berarti uang baru

Ini bagian yang sering membingungkan. Ketika seseorang membayar menggunakan dompet digital, bukan berarti muncul jenis uang baru. Dalam banyak kasus, yang berubah adalah cara mengakses dan memindahkan nilai.

Uang yang sebelumnya berpindah melalui instrumen perbankan kini dapat diakses melalui aplikasi dengan antarmuka yang jauh lebih sederhana. Inilah salah satu alasan mengapa teknologi pembayaran menjadi bisnis yang sangat penting.

Yang dijual bukan hanya aplikasi melainkan yang dibangun adalah infrastruktur untuk memindahkan uang.

Lalu muncul fintech

Fintech mengubah banyak hal karena perusahaan teknologi dapat mengambil bagian tertentu dari aktivitas finansial yang sebelumnya identik dengan bank. Misalnya:

  • pembayaran digital
  • transfer
  • pinjaman
  • investasi
  • asuransi
  • pengelolaan keuangan
  • layanan merchant

Teknologi membuat layanan tersebut dapat diberikan melalui aplikasi dengan proses yang jauh lebih cepat dan mudah digunakan. Tetapi kemudahan tersebut juga menciptakan pertanyaan baru:

Semakin banyak aktivitas finansial dilakukan melalui aplikasi, semakin besar pula peran perusahaan teknologi dalam kehidupan finansial masyarakat.

Data menjadi bagian penting

Uang digital tidak hanya menghasilkan transaksi tapi juga menghasilkan data. Misalnya seseorang menggunakan layanan pembayaran untuk membeli makanan. Transaksi tersebut secara digital dapat menghasilkan informasi seperti waktu transaksi, nominal, merchant, dan berbagai metadata lainnya tergantung pada sistem yang digunakan dan aturan yang berlaku.

Jika aktivitas keuangan seseorang semakin banyak dilakukan secara digital, semakin banyak pula jejak digital yang terbentuk. Di sinilah uang dan data mulai bertemu. Dan pertemuan tersebut menjadi sangat penting di era AI.

Data transaksi dapat menjadi bagian dari ekosistem analitik, manajemen risiko, deteksi penipuan, personalisasi layanan, dan berbagai sistem lainnya, dengan tetap tunduk pada aturan privasi dan perlindungan data yang berlaku.

Jadi, masa depan uang bukan hanya tentang siapa yang memegang uang akan tetapi juga tentang siapa yang membangun infrastrukturnya dan siapa yang mengelola data di sekitarnya.

Kemudian muncul stablecoin

Perkembangan berikutnya datang dari dunia cryptocurrency. Stablecoin mencoba menghadirkan aset digital yang nilainya dirancang untuk relatif stabil terhadap aset tertentu, biasanya mata uang fiat seperti dolar AS.

Konsep ini menarik karena menggabungkan dua dunia uang yang relatif stabil + infrastruktur blockchain. Stablecoin dapat digunakan untuk transfer dan berbagai aktivitas dalam ekosistem blockchain. Tetapi stablecoin bukan berarti otomatis menggantikan bank.

Ia memiliki model, risiko, penerbit, mekanisme cadangan, serta kerangka regulasi yang berbeda-beda. Karena itu, pembahasannya tidak sesederhana Crypto akan menggantikan bank. Pertanyaan yang lebih menarik justru Apakah blockchain akan menjadi salah satu infrastruktur baru tempat uang bergerak?

Bagaimana dengan CBDC?

Di sisi lain, bank sentral di berbagai negara juga mengeksplorasi konsep Central Bank Digital Currency (CBDC).

Secara sederhana, CBDC adalah bentuk digital dari uang bank sentral. Konsepnya berbeda dengan cryptocurrency seperti Bitcoin. Bitcoin tidak diterbitkan oleh bank sentral. Sementara CBDC, jika diterapkan, merupakan bagian dari sistem uang resmi yang diterbitkan atau dikendalikan dalam kerangka bank sentral.

Karena itu, CBDC lebih tepat dipahami sebagai perkembangan infrastruktur uang resmi daripada sekadar “crypto versi pemerintah”.

Siapa yang menguasai uang digital?

Jawabannya tidak sesederhana satu perusahaan atau satu institusi. Ekosistem uang digital terdiri dari banyak lapisan.

  • Bank mengelola bagian penting dari sistem rekening dan intermediasi keuangan
  • Perusahaan pembayaran menyediakan infrastruktur transaksi
  • Fintech membawa layanan finansial ke dalam aplikasi
  • Perusahaan teknologi menyediakan platform yang menjadi tempat pengguna berinteraksi dengan layanan tersebut
  • Jaringan pembayaran membantu transaksi bergerak dari satu pihak ke pihak lain
  • Bank sentral dan regulator menentukan aturan serta kerangka sistem moneter dan keuangan

Sementara blockchain dan aset digital memperkenalkan alternatif infrastruktur untuk memindahkan dan mencatat nilai. Jadi, kekuatan tidak hanya berada pada siapa yang memegang uang. Kekuatan juga berada pada siapa yang mengontrol jalur yang dilalui uang.

Pertarungan berikutnya mungkin bukan soal uang

Ini yang sering luput dari perhatian. Dulu pertanyaannya di mana uang saya disimpan? Sekarang pertanyaannya berkembang menjadi Lewat sistem apa uang saya bergerak? Dan ke depan bisa menjadi Siapa yang mengendalikan infrastruktur yang membuat uang tersebut bergerak?

Bank tentu masih memiliki peran besar. Tetapi semakin digital sistem keuangan, semakin banyak pemain yang ikut membangun lapisan di antara masyarakat dan uang mereka. Pada akhirnya, kompetisi finansial mungkin bukan hanya tentang siapa yang memiliki produk keuangan terbaik, tetapi juga tentang siapa yang menjadi infrastruktur di balik kehidupan finansial sehari-hari.

Dan bagi investor, di situlah ceritanya mulai menarik. Karena ketika cara manusia menggunakan uang berubah, perusahaan yang membangun infrastrukturnya juga berpotensi ikut berubah nilainya.

Radar Investor — See Beyond the Market.

Baca Juga
    Oops!
    Koneksi internet Kamu sepertinya bermasalah. Cek koneksi internet dan coba lagi
    AdBlock Detected!

    Kami mendeteksi Anda menggunakan pemblokir iklan (AdBlock).
    Pendapatan dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, mohon matikan pemblokir iklan atau masukkan situs kami ke dalam daftar putih (whitelist)