News
Loading latest update...
🚀 Lagi cari platform crypto yang lengkap? OKX bisa jadi salah satu pilihan untuk mulai mengenal trading dan aset digital. Kenali OKX

BofA Bullish Zoom (ZM): Mampukah Tembus $130?

BofA kembali memberi rating Buy untuk Zoom (ZM) dengan target $130. Simak pertumbuhan, AI, risiko Microsoft Teams, dan prospeknya

Bofa kembali mengaktifkan cakupan terhadap Zoom Communications (NASDAQ: ZM) dengan peringkat Buy dan target harga $130. Namun, menariknya, alasan bullish tersebut bukan karena Zoom diperkirakan kembali mengalami pertumbuhan eksplosif seperti saat pandemi.

BofA bullish Zoom ZM dengan target harga $130

Zoom Tidak Lagi Hanya Mengandalkan Video Meeting

Justru sebaliknya, Bofa melihat Zoom mulai keluar dari periode reset valuasi yang panjang setelah pertumbuhan bisnis meeting inti mengalami perlambatan dan Microsoft Teams terus menjadi pesaing utama.

Pertanyaannya sekarang bukan sekadar apakah target $130 bisa tercapai, tetapi apakah fundamental Zoom memang mulai menunjukkan perubahan yang cukup kuat untuk mendukung valuasi tersebut?

Pertumbuhan Mulai Menunjukkan Tanda Pemulihan

Salah satu alasan utama BofA kembali positif terhadap Zoom adalah mulai membaiknya pertumbuhan. BofA mencatat pertumbuhan revenue dalam mata uang konstan sebesar sekitar 4,2% pada FY2026 dan 4,6% pada kuartal pertama FY2027. Angka tersebut memang belum menunjukkan pertumbuhan tinggi.

Namun, bagi perusahaan seperti Zoom yang sebelumnya menghadapi perlambatan setelah ledakan penggunaan video conference selama pandemi, stabilisasi pertumbuhan menjadi sesuatu yang cukup penting. Zoom sendiri melaporkan pendapatan sekitar $1,239 miliar pada kuartal pertama FY2027, meningkat 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Yang lebih menarik adalah kinerja segmen Enterprise. Pendapatan Enterprise tumbuh sekitar 7,2%, sementara pendapatan Online tumbuh 2,8%. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Zoom semakin bergeser dari pengguna individu dan bisnis kecil menuju pelanggan perusahaan.

Zoom Tidak Lagi Hanya Mengandalkan Video Meeting

Inilah bagian paling penting dari tesis BofA. Jika Zoom tetap hanya bergantung pada aplikasi video meeting, prospek pertumbuhannya memang akan terbatas.

Pasarnya sudah matang.

Perusahaan juga harus menghadapi Microsoft Teams yang terintegrasi dengan ekosistem Microsoft 365.

Karena itu, strategi Zoom berubah.

Zoom kini mencoba membangun platform komunikasi dan produktivitas yang lebih luas melalui berbagai layanan seperti Zoom Phone, Contact Center, AI Companion, Workvivo, dan produk-produk lainnya. Dengan strategi tersebut, Zoom ingin mengubah persepsi pasar dari: “perusahaan aplikasi video meeting” menjadi: “platform komunikasi dan kerja berbasis AI.”

Jika transformasi tersebut berhasil, maka perlambatan bisnis meeting inti tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan perusahaan.

AI Menjadi Salah Satu Kartu Terbesar Zoom

Zoom juga mencoba memanfaatkan tren kecerdasan buatan. Perusahaan melaporkan bahwa penggunaan AI Companion berbayar tumbuh sangat cepat, sementara berbagai fitur AI baru terus dikembangkan ke dalam ekosistem Zoom. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu Pertumbuhan pengguna AI tidak otomatis sama dengan pertumbuhan pendapatan AI.

Kenaikan jumlah pengguna memang menunjukkan bahwa produknya mendapatkan perhatian. Tetapi bagi investor, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah Zoom mampu mengubah penggunaan tersebut menjadi pendapatan berulang yang signifikan. Dengan kata lain, AI merupakan katalis potensial, tetapi belum seharusnya dianggap sebagai jaminan pertumbuhan.

Arus Kas Menjadi Kekuatan Zoom

Di sisi lain, Zoom memiliki salah satu fondasi finansial yang menarik. Pada kuartal pertama FY2027, Zoom menghasilkan sekitar $500,5 juta free cash flow, dengan margin free cash flow sekitar 40%. Perusahaan juga memiliki kas dan surat berharga dalam jumlah besar. Ini menjadi faktor penting karena Zoom tidak harus mengejar pertumbuhan dengan mengorbankan arus kas secara agresif.

Bagi investor, kombinasi antara pertumbuhan yang mulai stabil dan free cash flow yang kuat dapat membuat perusahaan terlihat lebih menarik meskipun pertumbuhan revenue-nya tidak spektakuler.

Tetapi Microsoft Teams Tetap Menjadi Ancaman

Di sinilah sisi bearish dari cerita Zoom tidak boleh diabaikan. Microsoft memiliki keunggulan besar melalui ekosistem Microsoft 365 dan Teams. Bagi perusahaan yang sudah menggunakan Microsoft 365, menggunakan Teams dapat menjadi pilihan yang lebih mudah karena layanan komunikasi tersebut sudah terintegrasi dengan berbagai produk yang mereka gunakan.

Artinya, Zoom tidak hanya harus mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Zoom juga harus meyakinkan perusahaan bahwa menggunakan platformnya memberikan nilai lebih dibandingkan menggunakan layanan yang sudah tersedia dalam ekosistem Microsoft.

Ini merupakan tantangan struktural yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu atau dua produk baru.

Lalu, Apakah Target $130 Masuk Akal?

Target harga $130 dari BofA sebaiknya tidak dibaca sebagai ramalan bahwa saham ZM pasti akan mencapai angka tersebut. Target analis merupakan hasil dari asumsi mengenai pertumbuhan, margin, arus kas, dan valuasi. Agar skenario bullish tersebut semakin kuat, Zoom harus membuktikan beberapa hal.

  • Pertama, pertumbuhan revenue harus terus membaik.

  • Kedua, pertumbuhan Enterprise harus tetap kuat.

  • Ketiga, produk AI dan layanan baru harus menghasilkan monetisasi nyata.

  • Keempat, margin dan free cash flow harus tetap tinggi.

  • Dan yang tidak kalah penting, Zoom harus menunjukkan bahwa bisnisnya benar-benar berhasil berevolusi menjadi platform komunikasi yang lebih luas.

Jika faktor-faktor tersebut terjadi secara bersamaan, target $130 menjadi lebih mudah untuk dipahami. Namun jika pertumbuhan kembali melambat, ekspansi produk tidak menghasilkan pendapatan berarti, atau tekanan dari Microsoft Teams semakin besar, maka asumsi bullish tersebut perlu dipertanyakan kembali.

25 Agustus Menjadi Ujian Berikutnya

Zoom dijadwalkan melaporkan hasil keuangan kuartal kedua FY2027 pada 25 Agustus 2026. Manajemen sebelumnya memberikan panduan pendapatan kuartal kedua sekitar $1,265–$1,270 miliar, dengan adjusted EPS sekitar $1,45–$1,47. Laporan tersebut menjadi penting bukan hanya karena angka laba. Investor akan mencari tanda-tanda apakah pertumbuhan memang sedang memasuki fase pemulihan.

Apakah Enterprise tetap tumbuh kuat?, Apakah margin masih bertahan?, Apakah penggunaan produk AI terus berkembang? Dan yang paling penting, apakah manajemen memberikan indikasi bahwa pertumbuhan menuju kisaran single-digit menengah benar-benar dapat dipertahankan?

Bagaimana dengan ZMUSDT?

Bagi trader yang melihat ZMUSDT, perlu dibedakan antara saham ZM dan kontrak perpetual ZMUSDT. Fundamental perusahaan dapat menjadi faktor jangka menengah, tetapi harga perpetual juga dipengaruhi oleh sentimen pasar, leverage, funding rate, open interest, dan likuidasi.

Karena itu, target saham $130 dari BofA tidak dapat diterjemahkan secara langsung menjadi sinyal long ZMUSDT. Fundamental bullish dan setup trading adalah dua hal yang berbeda. Seorang investor dapat bullish terhadap bisnis Zoom dalam jangka menengah, tetapi tetap melihat risiko koreksi harga dalam jangka pendek.

Kesimpulan

BofA kembali bullish terhadap Zoom bukan karena perusahaan kembali menjadi fenomena video conference seperti pada masa pandemi. Tesisnya justru lebih sederhana: Zoom mungkin mulai keluar dari fase pertumbuhan yang stagnan dan memasuki periode pemulihan yang lebih sehat. Pertumbuhan Enterprise mulai membaik, free cash flow tetap kuat, dan perusahaan sedang memperluas bisnisnya ke komunikasi, produktivitas, dan AI.

Namun, masih ada pertanyaan besar, Microsoft Teams tetap menjadi pesaing kuat, bisnis meeting inti sudah matang, dan Zoom masih harus membuktikan bahwa produk AI serta layanan barunya mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

Karena itu, target $130 sebaiknya dilihat sebagai skenario bullish, bukan kepastian. Laporan keuangan 25 Agustus akan menjadi salah satu ujian penting. Jika pertumbuhan terus menguat dan transformasi Zoom menjadi platform komunikasi berbasis AI mulai terlihat dalam angka keuangan, tesis BofA akan mendapatkan dukungan yang lebih kuat. Sebaliknya, jika pertumbuhan kembali melemah, target tersebut akan semakin sulit dipertahankan.

Jadi pertanyaan sebenarnya bukan “Apakah ZM akan mencapai $130?”

Pertanyaannya adalah:“Apakah Zoom benar-benar sudah kembali menjadi perusahaan yang bertumbuh?” Dan untuk menjawabnya, pasar membutuhkan lebih dari sekadar target harga analis.

Ingin Membahas Prospek Zoom? Kita ke Diskusi 

Cookie Consent
Situs ini menggunakan cookie untuk menganalisis lalu lintas web, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda
Oops!
Koneksi internet Kamu sepertinya bermasalah. Cek koneksi internet dan coba lagi
AdBlock Detected!

Kami mendeteksi Anda menggunakan pemblokir iklan (AdBlock).
Pendapatan dari iklan digunakan untuk mengelola situs web ini, mohon matikan pemblokir iklan atau masukkan situs kami ke dalam daftar putih (whitelist)