Robinhood Chain ONDO menjadi salah satu perbincangan menarik setelah Robinhood Chain resmi meluncur pada 1 Juli 2026 dengan ambisi besar membawa aset dunia nyata ke blockchain.
Namun, ada fenomena menarik di pasar: token RWA yang sering dianggap paling dekat dengan narasi tokenisasi, ONDO, justru tidak menunjukkan reaksi berarti.
Bukan ONDO yang Menjadi Infrastruktur Utama Robinhood Chain
![]() |
| Robinhood Chain ONDO dan tokenisasi saham RWA |
Peluncuran Robinhood Chain menjadi salah satu perkembangan penting dalam narasi Real World Assets (RWA) tahun 2026.
Robinhood resmi mengaktifkan public mainnet Robinhood Chain pada 1 Juli 2026. Blockchain Layer-2 tersebut dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan secara khusus diposisikan untuk layanan keuangan serta tokenisasi aset dunia nyata.
Robinhood menyebut platformnya telah memiliki hampir 28 juta pelanggan di 38 negara. Sementara itu, Stock Tokens yang ditawarkan melalui Robinhood Wallet tersedia di lebih dari 120 negara, meskipun ketersediaannya tetap bergantung pada aturan masing-masing yurisdiksi.
Namun setelah peluncuran tersebut, muncul pertanyaan menarik: Jika tokenisasi saham menjadi salah satu narasi besar Robinhood Chain, mengapa ONDO tidak ikut melonjak?
Bukan ONDO yang Menjadi Infrastruktur Utama Robinhood Chain
Di sinilah narasi pasar perlu dibedakan dari fakta teknis. ONDO memang merupakan salah satu nama besar dalam sektor RWA, terutama melalui ekosistem Ondo yang berfokus pada tokenisasi aset keuangan. Namun, Robinhood tidak mengumumkan ONDO sebagai token atau infrastruktur resmi Robinhood Chain.
Sebaliknya, Chainlink justru memiliki hubungan yang jauh lebih jelas dengan peluncuran tersebut. Pada hari peluncuran Robinhood Chain, Chainlink mengumumkan bahwa infrastrukturnya digunakan sebagai oracle data dan cross-chain infrastructure untuk Robinhood Chain dan Robinhood Stock Tokens. Integrasi tersebut mencakup Chainlink CCIP, Data Streams, dan Data Feeds.
Artinya, jika pasar mencari aset kripto yang memiliki hubungan teknis langsung dengan infrastruktur tokenisasi Robinhood, LINK justru mempunyai alasan fundamental yang lebih jelas dibanding ONDO.
Performa Token RWA Justru Menunjukkan Cerita yang Berbeda
Data perbandingan pasar yang beredar untuk periode sejak peluncuran Robinhood Chain menunjukkan perbedaan performa yang cukup mencolok:
| Aset | Perubahan sejak 1 Juli |
|---|---|
| LINK | +32,3% |
| PAXG | +7,7% |
| XAUt | +7,5% |
| SKY | +6,4% |
| ONDO | +0,1% |
| HBAR | -5,7% |
| XLM | -7,9% |
| ALGO | -6,8% |
| QNT | -12,7% |
| AVAX | -38,6% |
Angka merupakan perbandingan performa pasar yang digunakan sebagai ilustrasi periode sejak peluncuran; hasil dapat berbeda tergantung waktu pengambilan data dan sumber harga. Jika angka tersebut digunakan sebagai gambaran, LINK menjadi salah satu pemenang paling mencolok, sementara ONDO hampir tidak mengalami perubahan. Hal tersebut cukup menarik karena ONDO sering menjadi salah satu token yang paling identik dengan narasi RWA.
Mengapa LINK Bisa Lebih Diuntungkan?
Jawabannya ada pada perbedaan antara narasi RWA dan infrastruktur RWA. Tokenisasi saham bukan hanya membutuhkan blockchain. Diperlukan pula sistem untuk menyediakan data harga, menghubungkan berbagai blockchain, memastikan informasi dapat digunakan oleh smart contract, serta memungkinkan aset bergerak secara aman di antara jaringan.
Di sinilah Chainlink masuk. Robinhood secara resmi menyatakan bahwa Chainlink digunakan sebagai bagian dari infrastruktur oracle dan cross-chain Robinhood Chain. Bahkan Stock Tokens seperti NVDA, GOOG, AAPL dan aset lainnya disebut menggunakan infrastruktur tersebut.
Karena itu, investor yang melihat Robinhood Chain sebagai bagian dari perkembangan infrastruktur pasar modal on-chain dapat menghubungkannya dengan narasi Chainlink. Namun perlu digarisbawahi, Kenaikan LINK tidak otomatis berarti seluruh kenaikannya disebabkan Robinhood Chain.
Harga kripto dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi pasar, posisi derivatif, likuiditas, sentimen investor, perkembangan CCIP dan ekspektasi terhadap adopsi institusional.
Lalu Mengapa ONDO Tidak Meledak?
Ini justru bagian paling menarik, Banyak investor menganggap:
Robinhood + tokenisasi saham + RWA = ONDO akan naik.
Tetapi hubungan tersebut sebenarnya tidak sesederhana itu, ONDO memang berada di sektor RWA, tetapi sebuah proyek dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan sebuah industri tanpa otomatis menerima arus modal langsung dari setiap proyek baru di industri tersebut. Robinhood membangun ekosistemnya sendiri.
Stock Tokens Robinhood merupakan tokenized debt securities yang diterbitkan oleh Robinhood Assets (Jersey) Limited dan memberikan eksposur ekonomi terhadap aset yang mendasarinya. Produk tersebut juga memiliki batasan geografis dan regulasi tertentu.
Jadi, pertumbuhan tokenisasi saham di Robinhood tidak secara otomatis menciptakan permintaan terhadap token ONDO.
Bahkan Robinhood Chain Sendiri Belum Sepenuhnya Didominasi RWA
Ada fakta lain yang tidak kalah penting. Meskipun Robinhood memosisikan Chain sebagai blockchain untuk layanan keuangan dan RWA, aktivitas awal jaringan ternyata tidak seluruhnya berasal dari tokenisasi aset.
Sejumlah laporan setelah peluncuran menunjukkan aktivitas perdagangan dan penggunaan jaringan yang cukup besar, termasuk aktivitas DEX dan memecoin. Bahkan laporan The Block menyebut aktivitas RWA Robinhood pada tahap awal masih relatif kecil dibandingkan pemain yang sudah lebih lama berada di sektor tersebut.
Ini menunjukkan bahwa peluncuran blockchain dan pertumbuhan penggunaan tokenized assets adalah dua hal yang berbeda. Robinhood mungkin memiliki distribusi pengguna yang luar biasa besar, tetapi tidak berarti seluruh pengguna tersebut langsung masuk ke pasar tokenized stocks.
Namun Ada Satu Sinyal yang Tidak Boleh Diabaikan
Meski ONDO belum mendapatkan reaksi harga yang spektakuler, perkembangan Robinhood Chain tetap penting bagi seluruh sektor RWA. Sebab Robinhood membawa sesuatu yang sulit dimiliki proyek crypto-native distribusi pengguna. Robinhood sendiri menyebut hampir 28 juta pelanggan di 38 negara.
Bahkan beberapa minggu setelah peluncuran, laporan mengenai jumlah holder tokenized stocks di Robinhood Chain menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Salah satu laporan berbasis data Token Terminal mencatat Robinhood Chain telah mencapai lebih dari 329 ribu holder tokenized stocks pada akhir Juli dan melampaui beberapa jaringan besar dalam jumlah holder.
Jika tren tersebut berlanjut, dampaknya terhadap industri bisa jauh lebih besar daripada sekadar pergerakan harga ONDO.
RWA Bisa Menjadi Besar Tanpa Satu Token Menjadi Pemenang Tunggal
Ini mungkin pelajaran paling penting dari perkembangan Robinhood Chain. Pertumbuhan RWA tidak berarti semua token RWA akan naik bersama-sama. Ekosistem RWA memiliki banyak lapisan di antara nya Aset → penerbit → blockchain → oracle → interoperabilitas → kustodian → likuiditas → aplikasi DeFi.
Masing-masing lapisan dapat memperoleh manfaat dengan cara berbeda. Dalam kasus Robinhood, Chainlink terlihat memiliki hubungan infrastruktur yang lebih langsung. Sementara ONDO tetap memiliki tesisnya sendiri dalam tokenisasi aset dan produk keuangan on-chain. AVAX, HBAR, XLM, ALGO dan aset lainnya juga memiliki pendekatan berbeda terhadap narasi tokenisasi dan infrastruktur keuangan.
Karena itu, melihat label “RWA” saja tidak cukup untuk menentukan token mana yang akan menjadi pemenang.
Kesimpulan: Robinhood Chain Bullish untuk RWA, Belum Tentu Bullish untuk ONDO
Peluncuran Robinhood Chain memang nyata dan merupakan perkembangan penting bagi tokenisasi aset dunia nyata. Robinhood memiliki hampir 28 juta pelanggan, Chain-nya memang dirancang untuk financial services dan RWA, dan Stock Tokens sudah diperkenalkan ke Robinhood Wallet di berbagai negara. Tetapi kesimpulan bahwa “Robinhood Chain diluncurkan sehingga ONDO seharusnya naik” terlalu sederhana.
Justru perkembangan awal menunjukkan sesuatu yang lebih menarik. Narasi RWA bisa berkembang pesat, sementara token RWA tertentu tetap bergerak datar. Dan dalam kasus Robinhood, LINK memiliki hubungan teknis yang lebih langsung dengan jaringan tersebut dibandingkan ONDO, karena Chainlink menjadi bagian dari infrastruktur oracle dan cross-chain Robinhood Chain.
Jadi pertanyaan yang lebih penting bukan: “Mengapa ONDO belum naik?” Melainkan: “Siapa yang sebenarnya menangkap nilai ekonomi ketika triliunan dolar aset tradisional mulai masuk ke blockchain?” Itulah pertanyaan yang layak diperhatikan investor ketika narasi RWA, tokenized stocks, dan institutional blockchain adoption semakin berkembang.
Catatan edukasi:
Pergerakan harga token tidak dapat dijadikan bukti bahwa sebuah proyek pasti akan menjadi pemenang. Hubungan antara adopsi teknologi dan nilai token juga tidak selalu langsung. Selalu periksa tokenomics, utilitas, valuasi, regulasi, likuiditas, dan perkembangan produk sebelum mengambil keputusan investasi.
