Radar Investor —Pasar kripto menghadapi salah satu agenda derivatif penting hari ini.
![]() |
| Bitcoin & Ethereum |
Namun di pasar derivatif, berakhirnya kontrak dalam jumlah besar dapat membuat pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi dan hedging. Karena itu, yang menarik bukan pertanyaan BTC pasti naik atau turun?
Tetapi Apa yang sebenarnya berubah setelah kontrak-kontrak besar tersebut selesai?
Mengapa Expiry Options Penting?
Options memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu sebelum atau saat jatuh tempo, tergantung jenis kontraknya. Ketika mendekati expiry, trader dan market maker dapat melakukan penyesuaian posisi.
Akibatnya, arus hedging dapat memengaruhi aktivitas perdagangan jangka pendek. Coinbase mencatat bahwa options Bitcoin dan Ethereum yang jatuh tempo pada 25 September memiliki struktur yang cenderung call-heavy, dengan open interest call lebih besar daripada put. Namun, struktur tersebut tidak otomatis berarti harga harus bergerak naik.
Ini penting, Open interest bukan ramalan harga.
Bitcoin Mendominasi Expiry
Dari total nilai kontrak yang akan berakhir, Bitcoin memiliki porsi terbesar. Data Deribit yang dihimpun pada 24 September menunjukkan sekitar US$14,87 miliar open interest Bitcoin untuk expiry 25 September. Settlement dijadwalkan pada 08:00 UTC.
Coinbase sebelumnya mengidentifikasi area US$90.000 dan US$100.000 sebagai strike dengan konsentrasi call open interest yang cukup besar. Namun, angka strike tersebut tidak boleh dibaca sebagai target harga. Strike adalah harga yang tercantum dalam kontrak options. Banyak kontrak dapat berakhir tanpa menghasilkan keuntungan bagi pemegangnya.
Ethereum Juga Masuk Perhitungan
Ethereum memiliki nilai expiry yang lebih kecil dibandingkan Bitcoin, tetapi tetap signifikan. Coinbase mencatat call open interest ETH banyak terkonsentrasi pada rentang sekitar US$3.000–US$4.000 untuk kontrak yang berakhir 25 September.
Artinya, bukan hanya Bitcoin yang perlu diperhatikan. Pergerakan Ethereum dan pasar altcoin juga dapat ikut menjadi perhatian ketika posisi derivatif besar memasuki settlement.
Apakah Expiry US$18 Miliar Berarti Harga Akan Bergerak Besar?
Belum tentu. Ini bagian yang sering salah dipahami. Nilai nominal kontrak yang besar memang menunjukkan bahwa banyak posisi akan jatuh tempo. Tetapi itu tidak berarti seluruh US$18,1 miliar akan masuk atau keluar dari pasar spot. Options dapat ditutup sebelum expiry, di-roll ke kontrak berikutnya, atau berakhir tanpa exercise.
Selain itu, open interest yang besar pada suatu strike juga tidak menjamin harga Bitcoin akan menuju strike tersebut. Jadi narasi US$18 miliar expiry, berarti Bitcoin pasti dump, atau Call lebih banyak, berarti Bitcoin pasti pump itu sama-sama terlalu sederhana.
Yang Lebih Penting: Apa yang Terjadi Setelah Expiry?
Justru fase setelah settlement bisa menjadi lebih menarik. Ketika kontrak berakhir, sebagian posisi hedging juga dapat berubah. Dengan demikian, struktur pasar yang sebelumnya menopang atau menahan pergerakan harga dapat mengalami penyesuaian.
Economic Times juga menyoroti bahwa expiry besar dapat mengubah pola hedging dealer, sehingga perhatian pasar kemudian bergeser kembali kepada likuiditas spot, kondisi makro, dan positioning baru.
Dengan kata lain Expiry bukan akhir cerita. Ia bisa menjadi titik perubahan struktur posisi.
Bitcoin Sedang Berada di Persimpangan Data Derivatif dan Makro
Expiry kali ini juga datang setelah pasar menghadapi keputusan Federal Reserve pada September. Artinya, pasar kripto tidak hanya berhadapan dengan faktor derivatif. Ada juga:
- Arah kebijakan moneter AS
- Treasury yields
- Kondisi dolar
- Likuiditas
- arus ETF
- Serta sentimen terhadap aset berisiko.
Karena itu, pergerakan Bitcoin setelah expiry tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu faktor. Derivatif memberikan gambaran mengenai positioning. Makro memberikan konteks yang lebih luas. Sedangkan pasar spot menunjukkan apakah benar ada permintaan atau penjualan yang nyata.
Radar Investor: Jangan Terjebak Angka Besar
US$18,1 miliar memang angka yang besar. Tetapi angka besar tidak otomatis berarti arah harga sudah ditentukan. Yang lebih menarik untuk diamati setelah expiry adalah:
- Volume spot. Apakah aktivitas pembelian atau penjualan meningkat setelah settlement?
- Open interest baru. Apakah trader kembali membuka posisi derivatives untuk expiry berikutnya?
- Funding rate. Apakah posisi leveraged mulai terlalu berat di satu sisi?
- Pergerakan BTC dan ETH. Apakah harga mampu bertahan setelah kontrak besar selesai?
- Kondisi makro. Apakah yield Treasury dan dolar kembali menjadi tekanan atau justru mendukung aset berisiko?
Lima indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap dibanding hanya melihat angka expiry.
Kesimpulan
Bitcoin dan Ethereum menghadapi expiry options besar pada 25 September 2026, dengan nilai notional sekitar US$18,1 miliar berdasarkan data Coinbase yang dilaporkan menjelang settlement.
Peristiwa tersebut memang layak diperhatikan karena dapat memengaruhi aktivitas hedging dan positioning jangka pendek. Tetapi expiry bukan tombol otomatis untuk membuat Bitcoin naik atau turun.
Yang lebih penting adalah apa yang terjadi setelah kontrak tersebut selesai. Pasar akan kembali mencari keseimbangan baru antara: derivatif → likuiditas → makro → permintaan spot.
Dan di situlah pergerakan Bitcoin berikutnya mulai menjadi lebih menarik untuk diamati.
- Bukan soal menebak arah
- Melainkan membaca perubahan posisi pasar
